Cara membuat pola gamis syar'i



CARA MEMBUAT POLA GAMIS SYAR'I
(Oleh Sunartin)


(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Busana muslimah yang paling banyak digemari oleh seorang wanita yaitu gamis syar'i atau gamis yang memenuhi syari'at Islam.

Gamis yang syar'i merupakan gamis yang longgar atau tidak membentuk lekuk tubuh, kainnya yang tebal dan tidak menerawang.

Dahulu gamis itu identik dengan ibu-ibu yang berusia 45 tahun ke atas. Modelnya pun sesuai dengan usianya atau belum banyak variasi/ kombinasi warna. Dahulu gamis itu kebanyakan warna polos dan variasi bordir klasik.

Anggapan seperti itu sekarang sudah mulai bergeser, bahwa gamis itu tidak hanya digunakan oleh ibu-ibu yang berusia tua. Tetapi sekarang yang memakai gamis itu tidak kenal usia. Jadi gamis sekarang ini bisa dipakai mulai dari anak usia PAUD sampai usia tua. Dengan model yang sangat bervariasi, inovatif, dan sesuai dengan usianya.

Dilihat dari segi usia, maka dalam membuat gamis juga kita akan menyesuaikan bahan, warna, dan corak. Banyak pilihan bahan, warna, dan corak  yang cocok untuk dibuat gamis. Ketiga hal tersebut bisa ditentukan oleh kesukaan, tingkat ketersediaan di pasaran, dan tingkat kebutuhannya.

Dalam pemilihan warna akan memberikan sebuah karakter kepada orang yang memakainya. Misalnya warna-warna lembut atau warna pastel  akan memberikan karakter seseorang  yang lembut atau lebih ayu. Sedangkan warna-warna yang cerah/terang/kontras itu akan memberikan karakter yang lebih ceria berani tampil beda, tetapi diusahakan tetap syar'i untuk seorang muslimah.

Untuk memanfaatkan waktu luang seperti sekarang ini, tidak ada salahnya kita mulai  mencoba membuat sesuatu yang bermanfaat khususnya bagi kita sendiri umumnya bagi orang lain.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang cara membuat pola gamis syar'i dengan material kain Balotelli. Kain balotelli merupakan salah satu kain yang bisa digunakan untuk membuat gamis. Bahannya tidak menerawang dan mudah dibentuk.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam membuat pola gamis syar'i yaitu:

A. Bahan yang diperlukan:
1. Kain 2,5 m  (jenis, warna, corak bebas)
2. Gunting
3. Penggaris
4. Meteran plastik
5. Kapur jahit

B. Ukuran yang  diperlukan:
1. Lebar leher 16 cm : 2 jadi 8 cm
2. Lebar pundak 37 cm : 2  jadi  18,5 cm
3. Seperempat lingkar dada 24 cm
4. Seperempat lingkar pinggang 23 cm
5. Setengah lingkar ketiak 21 cm.
6. Setengah lebar pangkal lengan 18 cm
7. Panjang lengan 53 cm.
8. Setengah lebar ujung lengan 12 cm.
9. Panjang baju sampai pinggang 35 cm
10. Panjang bawahannya 92 cm
11. Seperempat lebar bawahnya 55 cm

*Keterangan: ukuran di atas semuanya ukuran jadi. Jadi kalau mau membuat pola tinggal tambah 1,5 cm untuk jahitan dan guntingan.

C. Langkah pertama hamparkan kain yang sudah dilipat dua ke bagian lebarnya. Dengan panjang kain 2,5m bagaimana caranya kita mengatur kainnya agar bisa cukup sesuai dengan ukuran yang diinginkan oleh kita.

Setelah dihamparkan dan dirapihkan, yang pertama saya membuat pola bawahanya. Menurut saya  bagian bawah yang membutuhkan lebih banyak kain. Bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)


(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Bagian tepi kain dijadikan bagian seperempat lingkar pinggang, kemudian panjangnya 92 cm ditambah 3 cm untuk lipatan bawah atau kelim bagian bawah. Untuk lebar 55 cm, namun posisinya dinaikkan ke atas 13 cm. Tujuannya agar membentuk potongan semi payung. Kalau potongan payung harus membentuk setengah lingkaran. Untuk bawahan potongan payung memerlukan bahan kain yang cukup lebar. Gambar di tas merupakan pola bawah bagian belakang. Di samping pola ada sisa kain tujuannya untuk perangkat yang lainnya misalnya saku, kerah, atau manset.

Selanjutnya untuk bawah bagian depan tinggal dijiplak dari pola belakang tetapi yang tidak ada sambungan bagian tengahnya. Kita bisa melihat gambar di bawah ini.

(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Cara menjiplaknya jangan disamakan dengan pola yang belakang, karena bagian belakang ada sambungannya yang diberi jarak sekitar 4 cm. Jadi kain bagian bawah harus pas di garis batas atau garis jahitan  yang 4 cm itu. Bukan dari  tepi kain sambungan.

Di samping sebelah kiri ada sisa kain itu rencananya untuk bagian lengan panjang. Tapi sebelum membuat pola lengan kita harus membuat pola baju bagian atas. Bisa dilihat gambar di bawah ini.

(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Cara membuat pola bagian atas yaitu dari pinggir kain diberi jarak 4 cm ditambah 1,5 cm. Dari 1,5 ditambah 8  cm ( lebar leher). Kalau bagian depan mau pakai resleting Jepang tidak usah ditambah 1,5 cm. Lihat gambar di bawah ini.

(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Setelah membuat pola depan, kemudian balikkan ke sebelahnya. Posisi yang bawah harus tepat  di garis yang 1,5 cm. Seperti gambar di bawah ini.
(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Kemudian digunting sama kecuali bagian leher dan lobang tangan agak berbeda. Lihat pola di atas! Guntingan bagian belakang lekuk lengan agak lebih menjorok ke luar yang depan lebih menjorok ke dalam. Untuk leher yang depan lebih lebar ke bawah 10 cm, kalau pola belakang  pas lehernya turun sekitar 2 cm.

Setelah selesai membuat pola bagian atas. Dilanjutkan membuat pola bagian lengan panjang.

(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Setelah selesai semua polanya ada sisa2 potongan pola itu, akan dipergunakan untuk lapis saku, kerah berdiri, dan lainnya.

(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Alhamdulillah selesai 
Semoga bermanfaat ilmunya.
 Aamiin



Comments

Post a Comment

Cave veil dari kerudung segi empat

CARA MEMBUAT KAIN ECOPRINT TEKNIK POUNDING DENGAN MUDAH

CARA MENGUBAH GAMIS MENJADI TUNIK

MEMBUAT SARUNG BANTAL KURSI UNIK TANPA RESLETING

Cave Veil Dari Kerudung Segi Empat yang Jarang Dipakai

MODEL BAJU TUNIK COUPLE DARI D'FATINA HIJAB

TUNIK KATUN EMBROIDERY

Kemeja Batik Pria Lengan Panjang dari Sinjang Kebat