Hijab syar'i untuk ibu tani



HIJAB SYAR'I UNTUK IBU TANI
(Oleh: Sunartin)

(Sumber foto: koleksi D'Fatina Hijab)

Negara Indonesia merupakan negara agraris. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. 

Orang yang melakukan bertani biasanya orang yang tinggal di daerah pedesaan yang memiliki lahan pertanian yang luas 

Usia yang cocok untuk  mulai bertani yang ada di kampung saya minimal 25 tahun ke atas. Usia 25 tahun ke atas itu merupakan usia yang produktif. 

Seiring berjalannya waktu. Sebagian besar warga di kampung halaman kami yang orangtuanya berprofesi sebagai petani, anaknya jarang yang meneruskan profesi orang tuanya sebagai petani.

Ada beberapa alasan baik dari pihak orang tua maupun dari pihak anaknya. Alasan yang sering dikemukakan olah orang tua yang anaknya tidak usah mengikuti jejaknya, karena merasa kasihan katanya jadi petani itu cape, panas, berat, dan kotor. Kalau anaknya cukup saja sebagai pegawai kantoran atau pegawai di perusahaan. Kerjanya duduk, di ruangan ber-AC, bersih, dan gaji besar. 

Menurut pendapat saya bekerja dimanapun atau bekerja apapun tidak jadi masalah yang penting halal. Untuk mencapai kesuksesan di bidang apapun kita harus berusaha, bekerja keras, jujur, minta do'anya dari kedua orang tua, dan  berdoa kepada Allah SWT.

Kita sebagai generasi muda, dimanapun kita bekerja, namun kita harus tetap menghargai pekerjaan bertani. Karena bertani merupakan sumber utama untuk mencukupi kebutuhan pokok di seluruh Indonesia. Jika tidak ada petani yang bertani maka kita akan kelaparan.

Untuk mengatasi masalah kelaparan dalam situasi seperti sekarang ini, kami menyarankan untuk masyarakat yang berasal dari pedesaan tidak usah pergi ke kota untuk mencari pekerjaan yang hanya alakadarnya. Tinggallah di desa. Karena di pedesaan banyak potensi yang perlu diolah dan dikembangkan. Apa yang harus diolah dan dikembangkan? Ya karena kita sebagai negara agraris pasti yang harus diolah dan dikembangkan itu di bidang pertanian.

Untuk generasi muda jangan ada alasan tidak mau bertani karena panas, kotor, cape, dll. Hal seperti itu bisa kita atasi selama kita ada kemauan, bekerja keras untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat kelak.

Untuk lelaki atau perempuan jangan takut kotor selama masih ada sabun (mandi, cuci). Jangan takut panas karena ada berbagai macam  topi untuk petani. Untuk wanita muslimah ada kerudung atau hijab yang cocok untuk ibu tani. Jangan takut cape karena masih banyak suplemen untuk meningkatkan daya tahan atau stamina tubuh baik yang herbal maupun obat yang lainnya..

Untuk menjadi seorang petani, tidak harus mengandalkan seorang lelaki, tetapi kita juga sebagai perempuan harus bisa membantunya. Yang ringan saja, yang bisa dikerjakan oleh seorang perempuan. Misalnya sekarang sedang musim menuai padi. Daripada kita di rumah tidak ada pekerjaan karena dilockdown, ya lebih baik kita mencari pekerjaan yang tetap memperhatikan aturan penanganan penyebaran COVID 19, sering mencuci tangan, jika ke luar rumah harus menggunakan masker, dan berjemur.

Ada beberapa kendala jika seorang muslimah untuk membantu menuai padi. Salah satu contohnya merasa ribet gamisnya terlalu lebar, gerah apalagi harus pakai masker, takut ulat, suka gatal jika kena padi, sayang  bajunya takut kena getah/kotor, dll.

Nah sekarang ada solusinya untuk mengatasi masalah di atas, yaitu
1. Pilih gamis katun yang menyerap keringat dan warna yang menyatu dengan alam, misalnya kuning, hijau, coklat warna tanah.
2. Usahakan gamisnya jangan terlalu lebar, kemudian bagian ujung lengan dikerut pakai karet. Jika ada ulat tidak langsung masuk ke badan.
3. Pilih hijab syar'i yang langsung ada maskernya. Seperti gambar di bawah ini.
(Sumber foto: koleksi D'Fatina Hijab)

Ini gambar pola maskernya, untuk pola pet ada di artikel sebelumnya. Cara praktis membuat khimar

(Sumber foto: koleksi D'Fatina Hijab)

3. Pilih material hijab yang adem jika dipakai. Contohnya bahan Jersey atau bahan kaos katun
4. Pakai kaos kaki dan alas kaki dan tidak lupa pakai sarung tangan.

(Sumber foto: koleksi D'Fatina Hijab)


(Sumber foto: koleksi D'Fatina Hijab)


Alhamdulillah selesai menuai padi.
Semoga berkah dan bermanfaat.
Semoga tidak ada lagi yang kelaparan di negeri yang subur ini. Aamiin.
Jangan sampai seperti:
"Tikus mati di lumbung padi."




Comments

  1. Betul sekali Kaka.... kebanyakan generasi muda sekarang lebih mengedepankan gengsi. Dan berbaju muslimah tidak mengganggu aktifitas bertani justru jd lebih nyaman. Badan kita jd lebih terlindungi. Ak syukaa ide2 nya terus berkarya Kaka.....

    ReplyDelete
  2. Semoga di dunia ini tidak ada yang kelaparan karena Allah SWT telah memberikan rizki yang berlimpah. Tinggal kita mau berusaha dan tak hentinya berdo'a.

    ReplyDelete

Post a Comment

Cave veil dari kerudung segi empat

CARA MENGUBAH GAMIS MENJADI TUNIK

HIJAB INSTAN RIBBON EMBROIDERY

GAMIS BATIK TOSKA KOMBINASI KAIN POLOS ALA D'FATINA HIJAB

TUNIK KATUN EMBROIDERY

MEMBUAT SARUNG BANTAL KURSI UNIK TANPA RESLETING

Cave Veil Dari Kerudung Segi Empat yang Jarang Dipakai

INSPIRASI OUTFIT CANTIK DARI D'FATINA HIJAB