Kipas hias dari kain gamis bekas

KIPAS HIAS DARI GAMIS BEKAS
(Oleh Sunartin)

Assalamu 'alaikum sahabat muslimah...kembali lagi di D'Fatina hijab. Sahabat muslimah adakalanya kita membuat busana muslimah yang baru, dan adapula busana muslimah yang sudah usang. Nah, dengan kata usang pastinya dalam pikiran kita segala sesuatu yang sudah tidak dipakai lagi.

Segala sesuatu yang sudah usang belum tentu tidak memiliki nilai pakai lagi. Untuk itu,  kita harus mampu mengubah segala sesuatu yang bersifat bekas harus bisa dijadikan sesuatu lagi yang lebih bermanfaat dan beralih fungsi, agar tidak mubazir. Setidaknya kita bisa menekan dan mengurangi sampah di lingkungan sekitar kita.

Di dalam rumah kita ada sesuatu yang tidak bisa lepas dari kebutuhan ibu-ibu di dapur. Suatu benda yang terbuat dari anyaman bambu yaitu kipas dari anyaman bambu.

Di Jawa Barat (Tatar Sunda) sering disebut 'hihid' sudah jarang digunakan dan mulai tergeser oleh benda yang lebih efektif dan efisien berupa barang elektronik yaitu kipas angin elektrik. Kedua benda tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. 

Zaman dahulu hihid ini merupakan sesuatu yang ngetrend di zamannya. Gunanya untuk mendinginkan sesuatu atau nasi yang panas. Cara kerjanya kita harus sabar dan menguras tenaga. Sekarang sudah ada listrik mulailah tergeser hihid itu dengan kipas angin elektronik. Kipas angin bisa hemat tenaga, lebih cepat, asal ada aliran listrik. Tetapi jika tidak ada aliran listrik atau listrik mati, kembali lagi ya... ke hihid. Hihid seolah-olah menjadi 'dewa penolong'. Kembali lagi ke yang tradisional. Jadi, kita jangan meremehkan sesuatu yang bersifat tradisional. Justru dengan sesuatu yang tradisional itu harus kita lestarikan dan sesuatu yang tradisional itu memiliki nilai yang tinggi, unik, dan lebih dihargai.

Hihid yang biasanya berada di dapur, sekarang kita coba dimodifikasi agar tidak malu lagi hihid berada di ruang keluarga, bahkan sampai di ruang tamu dan dianggap sesuatu yang unik dan memiliki nilai estetis yang tinggi. 

Memodifikasi hihid itu tidak harus yang mahal. Cari sesuatu yang sudah tidak digunakan lagi misalnya tadi, dari pakaian bekas atau dari sisa gamis. Kainnya bisa digunakan untuk membungkus hihid yang biasanya di dapur. Kalau sudah dimodifikasi baru jadi kipas hias dari kain sisa (perca) atau dari pakaian bekas bisa nangkring di teras.  Bermanfaat bukan?

Sekarang kita persiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk memodifikasi hihid:
1. Hihid (kipas dari anyaman bambu);
2. Kain (bisa kain sisa (perca), kain bekas);
3. Benang jahit;
4. Jarum;
5. Meteran; dan
6. Gunting.

Cara membuatnya:
Hamparkan kain kemudian tempelkan pola kipas di atasnya. Bisa dilihat seperti gambar di bawah ini.

(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Kemudian jahit sekelilingnya kecuali bagian sebelah kiri untuk memasukkan kipas. Seperti gambar di bawah ini.

(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

       Selesai itu jahitkan bagian sebelah kiri itu, jadi semuanya tertutup. Langkah selanjutnya sediakan kain yang panjangnya dua kali lipat dari keliling kipas dengan lebar 6 cm bagian atas dan bawahnya dikelim kecil gunanya untuk membuat rempel atau renda-rendanya. Kemudian tempelkan pada pinggiran kipas. Caranya 1 cm di ujung kipas 2 cm di kain rempel. Jadi ketika ditarik membentuk gembung segi tiga. Kemudian timpa dengan jahitan seperti gambar di bawah ini.

(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Sudah selesai boleh dicoba dikipas-kipas anginnya lebih banyak dan terlihat cantik.


(Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab)

Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Selamat mencoba! Pasti bisa!

Comments

Post a Comment

Cave veil dari kerudung segi empat

CARA MENGUBAH GAMIS MENJADI TUNIK

CARA MEMBUAT KAIN ECOPRINT TEKNIK POUNDING DENGAN MUDAH

Kemeja Batik Pria Lengan Panjang dari Sinjang Kebat

MEMBUAT SARUNG BANTAL KURSI UNIK TANPA RESLETING

Cave Veil Dari Kerudung Segi Empat yang Jarang Dipakai

TUNIK KATUN EMBROIDERY

MODEL BAJU TUNIK COUPLE DARI D'FATINA HIJAB