CARA MEMBUAT KAIN ECOPRINT TEKNIK POUNDING DENGAN MUDAH

 CARA MEMBUAT  KAIN ECOPRINT TEKNIK POUNDING DENGAN MUDAH

Oleh Sunartin

Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab

Sekarang ini, kain ecoprint menjadi trend fashion yang sangat populer, selain batik tulis dan batik cap. Kain  ecoprint yang menambah khasanah batik etnik Indonesia, dengan melestarikan kearifan lokal alam Nusantara. 

Batik ecoprint dibuat dengan unsur-unsur alami tanpa bahan sintetis/kimia. Untuk itu, batik ini sangat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencernaan tanah, air, maupun udara.

PENGERTIAN KAIN ECOPRINT

Kain ecoprint dapat dikategorikan ke dalam jenis kain dengan pewarnaan alami dengan cara mereplika atau menempelkan bentuk asli tumbuhan (daun, bunga, akar, batang, dan ranting) ke permukaan kain yang diinginkan untuk menciptakan warna serta motif yang unik dan menarik. Teknik ini prosesnya cukup sederhana, tidak memerlukan mesin, serta ramah lingkungan.

KEISTIMEWAAN KAIN ECOPRINT

Adapun yang menjadi keistimewaan kain ecoprint, yaitu:

1. Motif kain ecoprint lebih bersifat eksklusif dan berbeda dari batik lainnya, sepertinya tidak ada yang menyamainya.

2. Tampilan motif  yang dibuat dengan teknik ecoprint terkesan unik, karena pola yang dihasilkan beraneka ragam, sesuai dengan ketersediaan bahan baku yang ada di lingkungan sekitarnya.

3. Corak dan motif yang alami sehingga memiliki nilai estetika tersendiri dan bernilai ekonomis (selling point) yang cukup tinggi.

TEKNIK MEMBUAT BATIK ECOPRINT

Teknik membuat kain ecoprint ada dua cara, yaitu teknik pounding (dipukul dengan palu) dan teknik steaming (dikukus).

Nah, sekarang saya ingin berbagi tutorial membuat kain ecoprint teknik pounding dengan  mudah.

ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang perlu dipersiapkan:

1. Kain putih yang berserat dan mudah menyerap, seperti kain katun, wool, blacu, kanvas.

2. Palu, plastik, koran, tali rafia.

3. Tawas, soda ash/ bisa soda kue, air kapur Tohor.

4. Daun pepaya Jepang, daun lantana (jente), pakis (paku-pakuan), daun murbei, daun pacira, bunga adenium, dll.


Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab

LANGKAH-LANGKAHNYA:

1. SCOURING

Scouring yaitu kain yang baru dari toko harus dibersihkan dan dihilangkan kotorannya dari kain. Caranya: rendam kain dalam larutan TRO, kemudian kucek sebentar bilas sampai bersih, jemur sampai kering.

2 MORDANTING

Mordanting bertujuan untuk membuka pori-pori serat kain, hingga zat warna dari tumbuhan akan dengan mudah meresap atau menempel pada kain.

Bahan Mordant:

- Kaos katun

- Soda ash + rempah-rempah (treatment kain sebelum diproses)

Cara membuat Mordant:

Sediakan air dingin, soda ash, dan rempah-rempah, kemudian kucek sampai larut, masukkan kain yang sudah discouring diamkan semalam, setelah itu cuci dengan air mengalir dan jemur sampai kering.

3. PROSES ECOPRINT DENGAN TEKNIK POUNDING

Pertama siapkan daun-daun dan bunga, kemudian cuci bersih, masukan ke dalam larutan cuka selama kurang lebih 15 menit, kemudian angkat dan tiriskan.

Bentangkan kain koran sebagai alasnya kemudian bentangkan kain katun yang sudah dimordant, kemudian menata daun dan bunga pada permukaan kain sesuai pola yang kita inginkan, terus ditutup plastik transparan baru dipukul-pukul dengan palu pada setiap daun dan bunga sampai mengeluarkan zat warna daun dan bunga menyerap pada kain. 

Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab

Biarkan sekitar 10 menit, setelah itu baru daun-daun yang masih menempel diangkat dibersihkan. Jadi yang terlihat hanya jejak zat warna daunnya saja. Keringkan kurang lebih 3-5 hari, baru kain dibilas dengan air bersih, setelah itu bisa dilakukan proses fiksasi.

4. PROSES FIKSASI

Proses fiksasi pada ecoprint yaitu proses penguatan atau penguncian warna agar tidak mudah luntur/pudar. Larutan yang digunakan untuk fiksasi: tawas, soda ash, air kapur.

Caranya: larutkan tawas, soda ash ke dalam air dingin, tambahkan air kapur sedikit, kemudian masukkan kain yang sudah dikeringkan tadi, bilas perlahan-lahan diamkan kurang lebih 10 menit, cuci bersih dengan air mengalir dan jemur sampai kering.

Sumber foto koleksi D'Fatina Hijab

Selamat mencoba!

Catatan:

Untuk kain hasil ecoprint sebaiknya jangan dicuci dengan deterjen, tapi menggunakan lerak atau shampoo, sabun mandi, sabun cuci batangan. Hal ini untuk mengatasi warna kain tidak mudah pudar.


Comments

Cave veil dari kerudung segi empat

CARA MENGUBAH GAMIS MENJADI TUNIK

MEMBUAT SARUNG BANTAL KURSI UNIK TANPA RESLETING

Cave Veil Dari Kerudung Segi Empat yang Jarang Dipakai

MODEL BAJU TUNIK COUPLE DARI D'FATINA HIJAB

TUNIK KATUN EMBROIDERY

Kemeja Batik Pria Lengan Panjang dari Sinjang Kebat